Pesta Bakar Ikan
ikan laut dan ikan air tawar akan terhidang juga di depanmu. kau akan menyantap dengan perut kosong ataupun kenyang. sedangkan nelayan tetap sunyi di laut lepas. juga pemancing menahan kantuk di tepi sungai. atau bercengkerama bersama keluarga di rumah yang dibangun di tepi air, dengan kekhawatiran dilumat badai. kau lupakan ihwal itu semua…
di sisi dia segalanya menjadi lupa. secuil slilit di bibirmu dihapus jemarinya, kau pun tenteram oleh belaian. “aku jemu ditinggal sendiri di rumah, maka izin aku pamit jalan bersamanya.” Katamu sebelum pergi. tak seorang pun bisa mencegahmu, karena sebagai pejalan mestk kaki diayunkan: menembus malam, masuki ceruk ruang temaram, hutan durian, ldang jagung, kolam ikan, ataupun pantai.
sejak itu pesta demi pesta digelar. “kau mau ikan bakar?” ia menawarkan. kau pun tak ingin menolak, apalagi masak cumi-cumi kesukaanmu. “tunggu aku di rumahmu, segera aku datang membawa lelehan liur,” ujarmu bersemangat.
“aku akan hapus liurmu dengan lidahku yang haus…” katanya lembut.
matamu pun pejam….


